Jumat, 27 Desember 2013

FUNGI (JAMUR)



 FUNGI
Fungi (jamur) banyak kita temukan di lingkungan sekitar kita. Jamur tumbuh subur terutama di musim hujan karena jamur menyukai habitat yang lembap. Akan tetapi, jamur juga dapat ditemukan hampir di semua tempat di mana ada materi organik. Jika lingkungan di sekitarnya mengering, jamur akan menjalani tahpan istirahat atau menghasilkan spora. Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang jamur di sebut mikologi.
            Perbedaan jamur dengan tumbuhan tinggi (kingdom plantae) antara lain tubuh jamur berupa talus (tubuh sederhana yang tiak mempunyai akar, batang dan daun) sedangkan tumbuhan sudah mempunyai akar, batang, dan dun. Selain itu, jamur tidak berklorofil sehingga tidak membutuhkan cahaya matahari untuk menghasilkan makanan. Jamur bersifat heterotrof saprofit atau heterotrof parasit. Sedangkan tubuhan memiliki klorofil sehingga bersifat fotoautrotof, yaitu mampu membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari.
Jamur memiliki ciri sebagai berikut:
1.      Merupakan organismeeukariota yang menghasilkan spora.
2.      Dinding selnya tidak mengandungselulosa, maelainkan karbohidrat kompleks (termasuk kitin)
3.      Tidak memiliki flagela dalam daur hidupnya.
Beberapa ahli mikologi membagi jamur menjadi dua kelompok berdasarkan bentuk tubuhnya, yaitu kapang (mold) dan khamir (yeast).
            Kebanyakan jamur termasuk dalam kelompok kapang. Tubuh vegetatif kapang berbentuk filamen panjang bercabang yang seperti benang , disebut hifa. Hifa akan memanjang dan menyerap makanan dari permukaan substrat(tempat hidup jamur). Hifa-hifa membentuk jaring-jaring benang kusut, disebut miselium.bebrapa hifa bersifat senositik, artinya hifa-hifa tidak terpisah dalam ruang-ruang atau sel-sel, melainkan membentuk sebuah sel raksasa berinti banyak. Jenis hifa lain ada yang terpisah dalam ruang-ruang oleh septa (dinding). Setiap sel dapat mengandung lebih dari satu inti sel.
            Jamur dalam kelompok khamir bersifat uniseluler (berinti satu), bentuknya bulat atau oval. Khamir di temukan hampir di semua tempat, seperti di tanah, daun, buah, serta pada tubuh manusia. Khamir juga penting dalam pembuatan roti dan makanan fermentasi.
Reproduksi jamur
Sebagian besar jamur bereproduksi dengan spora mikroskopik, yaitu sel reproduktif yang tidak motil. Spora biasanya dihasilkan oleh hifa aerial yang terspesialisasi. Hifa aerial pada beberapa jamur membentuk struktur kompleks yang disebut badan buah (fruiting body). Spora dihasilkan dalam badan buah. Ada tiga bentuk struktur reproduktif pada jamur, yaitu gametangium, sporangium, dan konidiofor. Gametangium adalah struktur tempat pembentukan gamet. Sporangium adalah struktur tempat dibentuknya spora. Konidiofor adalah hifa terspesialisasi yang menghasilkan spora seksual yang disebut konidia.
Chytridiomycota
            Para ahli sistematika mengalami kemajuan pesat dalam memilah hubungan filogenetik antara fungi dan eukariota lain. Salah satu penghubung antara jamur dan protista diduga adalah kelompok organisme yang disebut khitrid (cytridiomycota), yang memberi petunjuk mengenai asal usul jamur. Cytridiomycota memiliki sifat antara lain merupakan organisme akuatik, saproba, atau parasit pada protista, tumbuhan atau invertebrata akuatik. Karena membentuk spora berflagela  (zoospora), khitrid dimasukkan ke dalam protista. Tetapi, belakangan ini ahli sistematika molekuler menemukan bukti kuat untuk menggabungkan khitrid dengan jamur. Ciri-ciri utamanya adalah mengabsorpsi nutrisi dinding sel dari kitin, sebagian membentuk hifa senositik, meskipun ada juga yang uniseluler. Dari bukti molekuler, khitrid adalah jamur paling primitif yang merupakan garis awal dalam perkembangan evolusi (filogeni) jamur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar