Senin, 30 Desember 2013

Macam-macam Tumbuhan Berduri Sejati (Spina Sejati)



Duri sejati selalu memiliki jaringan keras di dalamnya yang biasanya berkayu serta memiliki jaringan pembuluh; dengan demikian duri sejati biasanya sukar ditanggalkan atau tidak tanggal secara alami. Jika tanggal akan terdapat bekas luka patah dan dapat mengeluarkan cairan/getah.
Duri yang berasal dari daun misalnya adalah duri kaktus serta beberapa tumbuhan sukulen lainnya. Duri asal daun dapat memiliki daun penumpu atau kuncup di ketiaknya. Fungsi metabolisme daun sepenuhnya dilakukan oleh epidermis batang dan daun berubah menjadi duri untuk mengurangi transpirasi.
Daun penumpu (stipula) juga dapat menjadi duri. Duri semacam ini biasanya hadir secara berpasangan di tepi pangkal tangkai daun. Contohnya misalnya pada susuru (Euphorbia trigona).
Duri sejati yang berasal dari dahan/bagian batang misalnya adalah duri bugenvil. Di bagian dalam terdapat jaringan kayu yang bersambungan dengan kayu yang ada pada batang.
Duri akar merupakan duri sejati yang terbentuk dari akar-akar yang mengeras sehingga berujung tajam, seperti pada akar beberapa anggota Dioscoreaceae (seperti gembili).
1. Silk Floss Tree (Ceiba Speciosa)
Berasal dari hutan subtropis Amerika Selatan, Pohon Silk Floss kini tersebar luas di seluruh Florida selatan, dan dihargai untuk bunga yang indah. Tapi untuk mendapatkan bunga-bunga yang berharga ini jelas bukan tugas mudah, karena duri raksasa yang menutupi batang dan cabang.
2. Honey Locust (Gleditsia triacanthos)
Sama seperti Hercules Club, pohon Honey Locust adalah asli Amerika Utara bagian timur, dan dapat dilihat dari Dakota Selatan ke New Orleans selatan dan pusat Texas. Pohon ini benar-benar menarik, dengan fitur Honey Locust duri panjang 3-4 inci yang dapat menyebabkan luka serius, jika Anda tidak hati-hati. Mereka tumbuh pada batang dan cabang yang lebih rendah, yang mungkin berarti mereka berevolusi sebagai mekanisme pertahanan terhadap hewan yang diberi kulitnya.
Duri dari Honey Locust sering menyebabkan cedera kaki, karena mereka cenderung pergi kanan melalui satu-satunya sepatu lembut dan kaki. Dan juga, jika Anda melewati salah satu pohon-pohon ini, Anda akan sering memiliki kesempatan untuk mendapatkan ban pecah. Beberapa bahkan mengaku telah melihat burung besar tertusuk oleh duri pohon Honey Locust.
Honey Locust (Gleditsia triacanthos)
3. Pejibaye Palm (Bactris gasipaes)
Pohon Pejibaye Palm adalah salah satu pohon yang paling berbahaya yang tampak pada daftar kami, dengan ribuan panjang, duri tajam yang mencakup seluruh batang. Berasal dari negara-negara Amerika Tengah seperti Kosta Rika atau Nikaragua, yang Pejibaye ditanam untuk buah miniatur perusahaan kelapa, sangat dihargai bagi mereka rasanya. Memetik buah-buah kecil sangatlah tidak mudah, tetapi penduduk setempat telah menyusun suatu teknik yang membutuhkan Scraping dari bagian kulit.
Percaya atau tidak, duri hitam panjang dari Palm Pejibaye selalu dianggap lebih dari berkat yang kutukan. suku adat telah menggunakan senjata mereka untuk fashion, dan hari ini mereka masih digunakan untuk membuat jarum dan kail.
Pejibaye Palm (Bactris gasipaes)
4. Kaktus (Ferocactus pilosus)
Kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air. Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun). Kata jamak untuk kaktus adalah kakti. Kaktus memiliki akar yang panjang untuk mencari air dan memperlebar penyerapan air dalam tanah. Air yang diserap kaktus disimpan dalam ruang di batangnya. Kaktus juga memiliki daun yang berubah bentuk menjadi duri sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun. Oleh sebab itu, kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air.
Kaktus (Ferocactus pilosus)
 5. Akasia (Acacia greggii)
Akasia juga dikenal sebagai pohon duri, dalam bahasa Inggris disebut whistling thorns (“duri bersiul “) atau Wattles,atau yellow-fever acacia (“akasia demam kuning”) dan umbrella acacias (“akasia payung”).
Sampai dengan tahun 2005, ada diperkirakan sekitar 1.300 spesies akasia di seluruh dunia, sekitar 960 dari mereka adalah flora asli Australia, dengan sisanya tersebar di daerah tropis ke daerah hangat dan beriklim sedang dari kedua belahan bumi, termasuk Eropa, Afrika, Asia selatan, dan Amerika . Namun, genus ini kemudian dibagi menjadi lima, dengan nama Acacia hanya digunakan untuk spesies Australia, dan sebagian besar spesies di luar Australia dibagi menjadi Vachellia dan Senegalia.
Akasia (Acacia greggii)

6. Salak (Salacca zalacca)
Salak adalah sejenis palma dengan buah yang biasa dimakan. Ia dikenal juga sebagai sala (Min., Mak., Bug., dan Thai). Dalam bahasa Inggris disebut salak atau snake fruit, sementara nama ilmiahnya adalah Salacca zalacca. Buah ini disebut snake fruit karena kulitnya mirip dengan sisik ular.
Salak (Salacca zalacca)

keanekaragaman hayati



Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. Keanekaragaman hayati melingkupi berbagai perbedaan atau variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan spesies, maupun tingkatan ekosistem. Gampangnya, keanekaragaman hayati adalah semua jenis perbedaan antar mahkluk hidup.
Berdasarkan hal tersebut, para pakar membedakan keanekaragaman hayati menjadi tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.
1. Keanekaragaman gen
Gen atau plasma nuftah adalah substansi kimia yang menentukan sifat keturunan yang terdapat di dalam kromosom. Setiap individu mempunyai kromosom yang membawa sifat menurun (gen) dan terdapat di dalam inti sel. Perbedaan jumlah dan susunan faktor menurun tersebut akan menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen.
Makhluk hidup satu spesies (satu jenis) bisa memiliki bentuk, sifat, atau ukuran yang berbeda. Bahkan pada anak kembar sekalipun terdapat perbedaan. Semua perbedaan yang terdapat dalam satu spesies ini disebabkan karena perbedaan gen.
 
Perbedaan sesama ayam (satu spesies) termasuk keanekaragaman gen
Jadi, keanekaragaman gen adalah segala perbedaan yang ditemui pada makhluk hidup dalam satu spesies. Contoh keanekaragaman tingkat gen ini misalnya, tanaman bunga mawar putih dengan bunga mawar merah yang memiliki perbedaan, yaitu berbeda dari segi warna. Atau perbedaan apa pun yang ditemui pada sesama ayam petelor dalam satu kandang.
2. Keanekaragaman jenis
Spesies atau jenis memiliki pengertian, individu yang mempunyai persamaan secara morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan sesamanya (interhibridisasi) yang menghasilkan keturunan yang fertil (subur) untuk melanjutkan generasinya. Kumpulan makhluk hidup satu spesies atau satu jenis inilah yang disebut dengan populasi.
Keanekaragaman jenis adalah segala perbedaan yang ditemui pada makhluk hidup antar jenis atau antar spesies. Perbedaan antar spesies organisme dalam satu keluarga lebih mencolok sehingga lebih mudah diamati daripada perbedaan antar individu dalam satu spesies (keanekaragaman gen).
 
Keanekaragaman jenis adalah perbedaan makhluk hidup antar spesies. Contohnya sangat banyak. Contohnya, dalam keluarga kacang-kacangan dikenal kacang tanah, kacang buncis, kacang hijau, kacang kapri, dan lain-lain. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut kita dapat dengan mudah membedakannya karena di antara mereka ditemukan ciri khas yang sama. Akan tetapi, ukuran tubuh atau batang, kebiasaan hidup, bentuk buah dan biji, serta rasanya berbeda.Contoh lainnya terlihat keanekaragaman jenis pada pohon kelapa, pohon pinang, dan juga pada pohon palem.
3. Keanekaragaman ekosistem
Ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau interaksi timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Suatu lingkungan tidak hanya dihuni oleh satu jenis makhluk hidup saja, tetapi juga akan dihuni oleh jenis makhluk hidup lain yang sesuai. Akibatnya, pada lingkungan tersebut akan dihuni berbagai makhluk hidup berlainan jenis yang hidup berdampingan.
Perbedaan komponen abiotik (tidak hidup) pada suatu daerah menyebabkan jenis makhluk hidup (biotik) yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbeda-beda. Komponen biotik dan abiotik di berbagai daerah tersebut juga bervariasi baik mengenai kualitas maupun kuantitasnya. Variasi kondisi komponen abiotik yang tinggi ini akan menghasilkan keanekaragaman ekosistem. Contoh ekosistem adalah: hutan hujan tropis, hutan gugur, padang rumput, padang lumut, gurun pasir, sawah, ladang, air tawar, air payau, laut, dan lain-lain.
Jadi keanekaragaman ekosistem adalah segala perbedaan yang terdapat antar ekosistem. Keanekaragaman ekosistem ini terjadi karena adanya keanekaragaman gen dan keanekaragaman jenis (spesies).

 
Keanekaragaman ekosistem terbentuk karena keanekaragaman gen dan keanekaragaman spesies
Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem misalnya: pohon kelapa banyak tumbuh di daerah pantai, pohon aren tumbuh di pegunungan, sedangkan pohon palem dan pinang tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah.
Simpulannya adalah, keanekaragaman gen menyebabkan munculnya keanekaragaman species, dan akhirnya menyebabkan munculnya keanekaragaman ekosistem. Itu semua disebut keanekaragaman hayati.
Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Keanekaragaman Hayati
Dewasa ini banyak kegiatan manusia yang dilakukan dengan teknologi modern, misalnya menggunakan mesin pertanian, mesin penebang pohon, dan pestisida. Kegiatan-kegiatan tersebut berdmpak terhadap keanekaragaman hayati. Dampak tersebut dapat bersifat negatif atau positif.
1.      Dampak negatif
a.       Ladang berpindah, selain memusnahkan berbagai jenis tanaman, juga dapat merusak struktur tanah. Keadaan ini mempersulit pemulihan keberadaan berbagai jenis tanaman.
b.      Intensifikasi pertanian (pemupukan, penggunaan insektisida atau pestisida, penggunaan bibit unggul, dan mekanisasi pertanian.
c.       Penemuan bibit tanaman dan hewan baru yang unggul mengakibatkan terdesaknya bibit lokal (disebut erosi plasma nutfah).
d.      Perburuan lian dan penangkapan ikan dengan cara tidak tepat dan tanpa kenal batas dapat memusnahkan jenis-jenis hewan dan ikan.
e.       Penebangan liar, ladang berpindah, pembukaan hutan, dan kegiatan manusia yang menyebabkan kerusakan hutan. Ini sama artinya  dengan merusak habitat berbagai jenis hewan sehingga dapat menyebabkan kepunahan jenis-jenis hewan tersebut.
f.       Industrialisasi, selain mengurangi areal hutan juga menyebabkan polusi yang berakibat berkurangnya jenis hewan dan tumbuhan.
2.      Dampak positif
a.       Penghijauan dan reboisasi, selain menambah jumlah jenis-jenis tanaman baru, juga memulihkan kawasan hutan yang mengalami kerusakan.
b.      Pengendalian hama secara biologi, merupakan usaha pemberantasan hama tanpa merusak ekosistem sehingga tidak menyebabkan hilangnya jenis hewan dan tanaman karena penggunaan insektisida. Selain itu, serangan hama dapat dicegah karena predator alami tetap ada di dalam ekosistem.
c.       Penebangan hutan dengan perencanaan yang baik dan dilakukan peremajaan (tebang pilih dan tanam kembali).
d.      Usaha pemuliaan hewan dan tanaman yang menghasilkan varietas tanaman dan hewan unggul menambah kekayaan sumber plasma nutfah dengan tetap melestarikan jenis hewan dan tumbuhn lokal.
e.       Usaha-usaha pelestarian alam, dilakukan di dalam habitat asli (secara in situ) maupu di luar habitat asli (secara ex situ).